SEJARAH PEMBANGUNAN MASJID

Masjid Cut Meutia dulunya adalah bangunan yang dibangun oleh pemerintahan kolonial Belanda. Dahulu bangunan ini disebut "De Bouwploeg" yang merupakan nama sebuah badan perusahaan yang dibangun tahun 1879. Tempat ini pernah menajadi bangunan kantor biro arsitek (sekaligus pengembang) N.V. (Naamloze vennootschap, atau Perseroan terbatas) Bouwploeg, Direktur arsitek ini dipimpin oleh Pieter Adriaan Jacobus Moojen yang membangun wilayah Gondangdia di Menteng. Selian itu gedung ini pernah dijadikan kantor pos, kantor Jawatan Kereta Api Belanda dan kantor Kempetai Angkatan Laut Jepang (1942 - 1945). Setelah Indonesia merdeka, ia pernah dipergunakan sebagai kantor Urusan Perumahan, gedung sekretariat MPRS, hingga Kantor Urusan Agama (1964 - 1970).

Perubahan fungsi gedung ini menjadi masjid berawal dari pemikiran warga yang ingin memiliki masjid di kawasan itu. Mereka mendatangi Jenderal A.H. Nasution sebagai Ketua MPRS dan meminta Gedung Bouw-ploeg bisa dialih fungsikan jadi sebuah masjid. Permintaan itu disetujui oleh Wakil Gubernur Dr. Soewondo, awalnya masjid ini disebut Masjid al Jihad kemudian nama masjid ini berubah jadilah masjid dengan nama Masjid Cut Meutia, karena terletak di Jl. Cut Meutia dan dikelola oleh Yayasan Masjid Cut Meutia.  Dan baru pada zaman pemerintahan Gubernur Ali Sadikin diresmikan sebagai masjid tingkat provinsi dengan surat keputusan nomor SK 5184/1987 tanggal 18 Agustus 1987.

Sejak 1961, masjid ini berada di bawah pengawasan Dinas Museum dan Sejarah. Masjid Cut Meutia menjadi bangunan cagar budaya yang perlu dilindungi, bentuk bangunan ini tidak boleh diubah untuk mempertahankan keaslian bangunannya.

DAYA TARIK MASJID

Di Masjid Cut Meutia, arsitektur khas Belanda berpadu dengan seni kaligrafi Islam. Berbagai corak tulisan Arab menghias dinding masjid yang kokoh. Dilihat dari tampilan luarnya, masjid ini kental dengan arsitektur Eropa dengan gaya Art Nouveau yang terkesan kokoh dan kuat. Ketika masuk ke dalam masjid, terdapat pilar-pilar besar di setiap sisi yang menopang bangun tersebut. Langit-langit yang menjulang tinggi dengan kubahnya, serta memiliki 50 jendela dan 16 buah pintu yang tersebar di seluruh bangunan masjid ini.

Ruang tengah memakai seluruh tempat di bawah kubah sentral, dan dijadikan ruang untuk shalat. Diperkirakan ruang tengah ini setinggi tiga tingkat. Bagian ruang tengah dalam masjid ini terbagi di antaranya menjadi area shalat bagi perempuan, area shalat laki-laki, serta kantor kesekretariatan dari pengurus masjid ini.

Masjid ini memiliki Kegiatan diantaranya Pemberdayaan Zakat, Infaq, Shodaqoh dan Wakaf, Menyelenggarakan Dakwah Islam/Tabliq Akbar, Menyelenggarakan Kegiatan Hari Besar Islam, Menyelenggarakan Sholat Jumat, Menyelenggarakan Ibadah Sholat Fardhu.

Kunjungi website Masjid Cut Meutia : http://masjidcutmeutia.com/

Instagram Masjid Cut Meutia : @masjidcutmeutia

Website RICMA (Remaja Islam Masjid Cut Meutia) : www.ricmaupdate.org

Instagram RICMA (Remaja Islam Masjid Cut Meutia)  : @ricmaupdate

GALERI MASJID

LOKASI MASJID

Posted in Jakarta Pusat, Masjid, Masjid Bersejarah, Masjid Unik.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *