SEJARAH PEMBANGUNAN MASJID

Haji Ramli Rasidin adalah pendiri Masjid Ramlie Musafa yang memiliki keturunan Tionghua asal Aceh yang merantau ke Jakarta pada awal 1970-an. Sejak memeluk agama Islam, Haji Ramli bermimpi pada suatu saat untuk mendirikan sebuah masjid yang indah dengan unsur percampuran budaya serta ornamen yang megah.

Masjid megah ini mulai dibangun tahun 2011 oleh keluarga H. Ramli Rasidin sebagai wujud cintanya kepada Allah, Islam dan keluarga. Mimpinya selama lebih kurang 40 tahun itu akhirnya terwujud pada 15 Mei 2016 lalu ketika Masjid Ramlie Musofa diresmikan oleh Ramli Rasidin dan Prof. Dr. Nasaruddin Umar (Imam Besar Masjid Istiqlal). Masjid Ramlie berdiri dilahan seluas 2000 meter persegi dan tinggi sekitar 30 meter.

Adapun nama Ramlie Musofa yang digunakan masjid tersebut juga berasal dari inisial keluarga pendirinya, yaitu Ra untuk Ramli Rasidin dan Lie untuk nama sang istri, Lie Njok Kim. Sementara itu, Mu berasal dari nama Muhammad sang anak pertama, So dari Sofian si anak kedua, dan Fa dari kata Fabian, nama anak ketiga.

Dalam pembangunannya, keluarga H Ramli hanya memakai bahan dan desain yang terbaik. Selain terinspirasi bangunan Taj Mahal, H Ramli dan keluarganya juga sempat melakukan umrah dan berjalan- jalan ke Masjid Nabawi di Madinah. Dari sana, beberapa detail mereka potret untuk ditunjukkan kepada arsitek Julius Danu yang non-Muslim.

Konsep Masjid di desain seperti mirip Taj Mahal karena ingin Masjid ini tetap abadi seperti Taj Mahal dan dipenuhi jama’ah sepanjang masa. Seperti diketahui oleh banyak orang di dunia, Taj Mahal adalah monumen lambang cinta seorang raja terhadap istrinya. Kisah berdirinya Taj Mahal inilah yang menjadi inspirasi berdirinya Masjid Ramlie Musofa. Sang pendiri masjid yaitu Haji Ramli Rasidin, mendirikan Masjid Ramlie Musofa sebagai monumen cintanya. Pertama, cinta terhadap Allah SWT. Kedua, terhadap Islam. Ketiga, terhadap keluarga. Masjid yang terletak di tengah-tengah kawasan pemukiman elit itu sangat diminati oleh para pengunjung luar Jakarta karena bentuknya yang unik.

DAYA TARIK MASJID

Arsitekturnya yang unik serta keindahan ornamen dengan kombinasi tiga budaya yaitu Melayu, Arab dan Cina terpampang jelas di setiap sudut bangunannya. Bangunan berpelitur putih itu berdiri menjulang di tengah deretan rumah-rumah besar di Jalan Danau Sunter Selatan, Jakarta Utara. Bangunan berlantai tiga itu mempunyai sebuah kubah berukuran besar yang dikelilingi sejumlah tiang-tiang kecil. Bagian luarnya dihiasi ornamen ukiran khas Arab.⠀

Suasana di sekitar masjid dipenuhi dengan banyak ukiran dari Bahasa Mandarin, Indonesia dan Arab. Di tempat wudhunya pula terdapat ukiran dinding tentang tatacara mengambil wudhu dengan benar. Tujuannya tentu untuk beribadah, yang kedua untuk membimbing mualaf-mualaf yang baru masuk islam. Lalu yang ketiga Insya Allah sebagai tujuan wisata religi.

Masjid ini juga dilengkapi fasilitas untuk para penyandang disabilitas seperti lift dan toliet agar melaksanakan ibadahnya dengan aman.

Selain arsitektur yang menyerupai Taj Mahal, Masjid Ramlie Musofa mempunyai keunikan lain yaitu adanya kaligrafi surat Al Quran di dinding-dindingnya. Uniknya, surat tersebut dipahat dalam tiga bahasa, yaitu Bahasa Arab, Bahasa Indonesia, dan Bahasa Mandarin.

Di hadapan masjid, bagian luar dekat pangkal tangga, ada guratan potongan ayat Surah al- Qari'ah dengan terjemahannya dalam bahasa Indonesia dan bahasa Mandarin. Sedangkan di sisi kanan dan kiri tangga utama, tergurat surah Al-Fatihah, juga dalam tiga bahasa: Arab, terjemahan bahasa Indonesia dan bahasa Mandarin. Ada makna tersendiri dari penempatan kedua surat tersebut. Surah Al-Qari'ah untuk mengingatkan bahwa akhirat itu benar adanya. Manusia diperintah untuk berbuat baik selagi ada waktu di dunia. Sedangkan surah Al-Fatihah bermakna sebagai pengingat pada doa mohon petunjuk jalan yang lurus, ihdina ash- shiraat al-mustaqim (Ya Allah, tunjukilah kami jalan yang lurus).

Di bagian depan di lantai 2 masjid,  terdapat bedug berukuran cukup besar yang dipukul setiap sebelum adzan. Masjid ini memang bukan tempat beribadah semata melainkan telah menjadi salah satu objek wisata.

Banyak sekali para wisatawan yang mengunjungi Masjid ini baik dari luar kota ataupun daerah sekitar untuk menikmati keindahan dan keunikan Masjid Ramlie Musofa. Masjid ini sering dijadikan tempat pemotretan bahkan bisa menjadi tempat acara pernikahan.

Perihal pengambilan gambar ini, tidak ada larangan dari pihak pengelola. Asalkan menyesuaikan keadaan. Misalnya, saat kegiatan ibadah salat, atau sedang ada pengajian, tentunya harus dihentikan dulu. Supaya jamaah bisa khusuk. Di luar itu, bebas saja.

Buat yang ingin berkunjung ke Masjid Ramlie Musofa, jadwal buka masjid setiap hari sejak waktu Subuh hingga malam hari sekitar pukul 21:30 WIB.

GALERI MASJID

LOKASI MASJID

Posted in Jakarta Utara, Masjid, Masjid Unik.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *