SEJARAH PEMBANGUNAN MASJID

Masjid Agung Al Munada Darussalam Baiturrahman atau yang disebut Masjid Perahu . Lokasinya berada di Jalan Casablanca No 38, Menteng Dalam, Jakarta Selatan. Masjid ini didirikan pada tahun 1963 oleh KH Abdurrahman Masum. Masjid Perahu ini berdiri hasil dari dana masyarakat asli tanpa terkontaminasi dari pemerintah atau bantuan asing. Bagunan yang bernuansa timur tengah dan Indonesia yang bersatupadu. 3 kali renovasi dengan tidak menghilangkan bangunan aslinya.

Masjid Perahu ini banyak dikunjungi perihal bangunan yang unik menyerupai perahu. Di hari libur banyak sekali pengunjung yang mendatangi masjid ini bahkan hanya untuk sekedar foto di Masjid Perahu.

DAYA TARIK MASJID

Keunikan masjid perahu terdapat pada bagian bagunan berbentuk perahu disamping masjid. Bangunan Perahu di Masjid ini digunakan sebagai tempat berwudhu dan kamar mandi untuk jama’ah sebelum melakukan ibadah sholat. Kenapa berbentuk perahu? Menurut pengurus Masjid, perahu ini melambangkan kisah Nabi Nuh dan sebagai pembelajaran untuk mengajak umat islam beribadah.

Susunan bagunan dalam yaitu ada tiang 4. 2 dibagian kanan terdapat tulisan Asmaul Husna dan 2 dibagian kiri terdapat tulisan silsilah para Nabi dan 2 dibelakangnya menggunakan kayu jati asli. Terdapat mahkota nya yang paling atas terbuat dari emas 2 kg dengan pernak-pernik perak tulisan Asmaul Husna. Bagunan masjid perahu sendiri mengambil gaya perjuangan para wali.

Diposisi Imam terdapat batu fosil yaitu batu Galih. Didepan mimbar ada batu Giok. Dinding ukiran orang jepara yang membuat dengan proses pembuatan selama 3 bulan. Terdapat Al-quran yang berukuran 2 meter x 1 meter dengan ketebalan 30 sentimeter lengkap 30 juz yang cover nya terbuat dari kayu jati asli yang dibuat oleh H. Amir Hamzah. Dan yang uniknya terdapat beberapa jenis batu-batu, ada jamrud, rubi, fosil. Beragam batu yang ada beberapa sumbangan dari kerabat dari pendiri masjidnya dan ada yang langsung pendiri nya yang mencari, berbagai daerah seperti Kalimantan. Tidak memiliki unsur yang aneh-aneh dengan mengoleksi batu-batuan yang indah, karena keindahan supaya masjid perahu itu sendiri menarik untuk dikunjungi. Di bagian depan masjid ada beduk yang dibuat oleh ulama dari purworejo. Kemudian ada guci.

Selain itu hal yang unik terdapat di Masjid ini tidak menggunakannya sajadah ketika Shalat hanya beralaskan keramik Masjid

Hari selasa, rabu dan jumat rutin mengadakan pengajian anak-anak iqra. Dan pengajian ibu-ibu seminggu 2 kali al-quran dan fiqih. Dan ada dzikir thariqah yang dilaksanakan pada jum’at malam sabtu. Selain itu acara yang terdapat dimasjid perahu ini masih tradisional, tidak mengadakan maulid seperti tabligh akbar namun penyebutannya ialah pengajian rawi dan lain sebagainya sesuai dengan moment. Pada bulan Ramadhan, rutin mengadakan buka puasa bersama kemudian teraweh pada umumnya dan ada juga kegiatan Aqeqah Kolektif.

Wisatawan yang datang ke masjid perahu ini dikarenakan masjid yang unik. Datang ke masjid perahu karena memang keperluan dari wisatawan saja seperti melengkapi data foto dan terkadang wisatawan yang datang memang karena tahu info bahwa ada masjid yang unik dan antik. Dan biasanya wisatawan asing yang menginap di Apartemen dekat sini mengunjungi masjid karena tahu dari internet maupun tidak sengaja mengunjungi. Jika ada wisatawan baik dalam atau luarnegeri biasanya dituntun oleh ketua DKM.

Wisatawan yang rombongan biasanya datangnya dadakan dan ada daftar tamunya. Rombongan mengunjungi masjid untuk melihat keunikan masjid perahu ini. Yang masih ada nuansa kewaliannya dan dimasjid perahu wisatawan mengunjungi masjid perahu berharap dan beranggapan dengan datang dan berdoa bersama disini membawa segenap hajat dengan harapan Allah buka pintu hajatnya.

Didalam perahu terdapat sumur ada tempat berkholwat (betapa). Sumur dengan dalam 12 meter. Sumur yang terdapat dalam perahu ini dikatakan oleh narasumber bahwa air yang terdapat didalam sumur itu diperoleh dari 7 sumur yang dibuat oleh para wali. Singkat cerita bahwa dahulunya sewaktu kyai masih ada, orang yang sakit jiwa (sedeng/gila) dimandikan dengan air sumur yang ada di masjid perahu ini dengan kekuatan dan ilmu nya Allah yang dititipkan lewat KH. Abdurrahaman Maasum bisa sehat kembali. Atau teluh (santet)/ masang susuk dan sebaginya bisa rontok dengan wasilah mandi air sumur tersebut

Ada beberapa wisatawan dalam negeri pun datang hanya sekedar mengambil air dengan harapan lewat wasilah air di sumur yang terdapat di masjid perahu ini dapat menyembuhkan namun tetap percaya sama Allah yang memiliki kuasa semuanya. Jamaah dari tasikmalaya pun datang kemasjid ini ketika pulang membawa air yang berasal dari sumur tersebut.

Selain untuk melihat berbagai macam batu mulia, bangunan perahu yang ada disamping masjid perahu. Ada pun Pengobatan herbal yang sudah ada dari dulu. Pendirinya wafat tahun 2009 dan didepan masjid perahu terdapat rumah Kyai nya yang sekarang masih aktif untuk ruangan pengobatan dengan sistem dzikir dan resep herbal. Pengobatan yang masih aktif ini diteruskan oleh adik nya Kyai. Pengobatan buka pada hari sabtu, minggu dan senin. Banyak wisatawan yang datang jauh-jauh untuk berobat.

GALERI MASJID

LOKASI MASJID

Masjid Perahu atau yang memiliki nama asli Masjid Agung al Munada Baiturrahman terletak di Jalan Menteng Pulo Raya No.23, RT 03/RW 05, Menteng dalam, Jakarta Selatan.

Posted in Jakarta Selatan, Masjid, Masjid Bersejarah, Masjid Unik.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *