SEJARAH PEMBANGUNAN MASJID

Pada awalnya Masjid Luar Batang hanya berbentuk musholal bernama An-Nur yang didirikan oleh Habib Husein bin Abu Bakar Alaydrus pada tahun 1739 M. Kemudian, pada tahun 2002 musholla ini direnovasi dan mengalami perluasan bangunan serta berganti nama menjadi Masjid Luar Batang.

Nama Masjid Luar Batang disesuaikan dengan nama kampungnya yaitu Kampung Luar Batang. Versi lain menjelaskan bahwa nama masjid ini diberikan sesuai dengan julukan Habib Husein yaitu Habib Luar Batang. Beliau dijuluki demikian karena konon ketika Habib Husein dikuburkan, pada saat hendak dikeluarkan dari “kurung batang” tiba-tiba jenazahnya sudah tidak ada dan kembali ke rumahnya yang kini menjadi Masjid Luar Batang. Hal tersebut berlangsung selama tiga kali. Akhirnya masyarakat bermufakat untuk memakamkan jenazah beliau ditempatnya sekarang ini. Jadi maksudnya, keluar dari “kurung batang”.

Masjid keramat Luar batang tidak bisa dipisahkan dengan sang pendirinya, Habib Husein bin Abu Bakar Alaydrus. Beliau berasal dari Yaman tepatnya Hadramaut. Disana beliau berguru pada seorang mursyid yang sangat terkenal bernama Al Habib Abdullah bin Alwi Al Haddad. Habib Husein bin Abdullah bin Abubakar Alaydrus tiba di Luar Batang diperkirakan tahun 1736 M. Beliau memiliki ribuan murid yang berasal dari berbagai daerah. Salah satu murid kesayangan beliau adalah seorang mualaf asal tionghoa yang bernama H.Abdul Qadir dan dimakamkan di samping makam Habib Husein bin Abu Bakar Alaydrus.

Habib Husein meninggal dalam usia muda, ketika berumur kurang lebih 30-40 tahun. Meninggal pada hari kamis tanggal 17 Ramadhan 1169 atau bertepatan tanggal 27 Juni 1756 M atau bertepatan dengan 17 Ramadhan 1169 H.14 Versi lain mengatakan bahwa Habib Husein meninggal ketika berumur kurang lebih 60 tahun karena beliau melakukan hijrah ke berbagai daerah yang menghabiskan waktu cukup lama yaitu ke Gujarat, Aceh, Banten, Jawa Timur, Cirebon hingga ke daerah Luar Batang. Ketika hijrah ke Cirebon, beliau sempat berkeluarga dan memiliki keturunan seorang anak perempuan

DAYA TARIK MASJID

Bangunan ini memperlihatkan perpaduan gaya arsitektur Eropa dan Islam. Ada dua Menara Masjid Luar Batang yang menjulang tinggi dibangun pada masa pemerintahan Gubernur Fauzi Bowo. Tampak dari luar bangunan masjid berupa halaman terbuka yang cukup luas dan biasanya dimanfaatkan warga untuk berdagang.

Ada 12 pilar di tengah-tengah ruang utama Masjid Luar Batang yang merupakan struktur penyangga atap masjid yang lama sebelum di renovasi dengan bentuk masjid seperti saat ini. Uniknya, ke-12 pilar tersebut sama sekali tidak menyangga atap masjid. Pilar itu merupakan struktur penyangga atap masjid yang lama sebelum direnovasi dengan bentuk seperti sekarang. Ornamen pada dinding atas mihrab Masjid Luar Batang terlihat menarik dan sudut langit-langit sebelah kiri yang dihias dengan bentuk tulisan kaligrafi ayat-ayat Al-Qur’an tampak indah.

GALERI MASJID

LOKASI MASJID

Masjid Jami’ Keramat Luar Batang atau sering disebut dengan Masjid Luar Batang adalah sebuah masjid bersejarah yang berada di Jalan Luar Batang V No.12, RT.6/RW.3 Kelurahan Penjaringan Kecamatan Penjaringan, Jakarta Utara. Kawasan Penjaringan khususnya Kampung Luar Batang termasuk wilayah padat penduduk.

Posted in Jakarta Utara, Masjid, Masjid Bersejarah.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *